Kamis, 29 Desember 2011

Ketika anak tidak mengisi lembar j awaban saat tes


KETIKA ANAK TIDAK MENGISI  LEMBAR JAWABAN SAAT TES

Kasus 1 : Seorang siswi SD kelas 2 menangis saat dipukuli ibunya, beberapa saat setelah pulang sekolah. Meskipun pukulan itu sepertinya tidak terlalu keras, tapi tangisannya terdengar keras. Entah apa yang terjadi.
Beberapa hari kemudian, baru para tetangga mengetahui, kenapa anak itu dipukul. Ternyata, saat menjemput anaknya pulang sekolah, ibu itu mendapat laporan dari bu guru. Anaknya tidak mengisi lembar jawaban sama sekali saat tes hari itu. Ketika ada salah seorang  temannya sudah mengumpulkan lembar jawaban, ia pun mengumpulkan kertasnya tanpa mengisi terlebih dahulu.

Kasus 2 : Seorang siswi SD kelas 2 mendapat nilai ulangan bahasa Inggris lebih rendah dari biasanya. Karena merasa heran, ibunya pun memeriksa lembar jawaban anaknya. Setelah dicek, ternyata anak itu tidak mengerjakan soal di halaman kedua (kertas tes bahasa Inggris terdiri dari 2 halaman soal). Ketika ditanya mengapa, siswi kelas 2 itu hanya berkata, “Nggak tahu....“
Keesokan harinya, ibu dari siswi itu menemui bu guru. Ia berkata dengan sopan,“Bu, titip anak saya ya. Saat dia mengumpulkan lembar jawaban, tolong diperiksa terlebih dahulu. Takut ada yang tidak ia kerjakan. Soalnya dia suka lupa, bu.” Bu guru pun mengangguk.

Kasus 3 : Seorang guru SD memanggil orang tua dari salah seorang siswanya. Kelas 1 SD. Ia menyampaikan, bahwa anaknya tidak mengisi lembar jawaban saat tes. Tanpa banyak masalah, keesokan harinya  ibu itu mengantarkan anaknya ke sekolah untuk diberikan tes ulangan. Nilaipun keluar, dan masalah selesai.

Nah, dari 3 kasus di atas, menurut saya ada suatu pelajaran penting untuk kita para pengajar.
SELALU MEMERIKSA LEMBAR JAWABAN SISWA TERLEBIH DAHULU, SEBELUM MENGIZINKAN MEREKA MENINGGALKAN KELAS SAAT TES.
(terutama untuk siswa SD).


PS : Saya menunggu cerita-cerita pengalaman yang serupa dengan kasus di atas dari rekan-rekan guru dan orang tua, juga beserta saran dan idenya agar hal ini tidak terulang. Terima kasih

Rabu, 28 Desember 2011

Hemat kantung plastik



WOW !!! 15 LEMBAR Kantung plastiK setiap hari

BEBERAPA HAL YANG KITA SUDAH SERING DENGAR :

-         Kita harus menghemat pemakaian kantung plastik
-         Plastik baru dapat terurai di alam, setelah 1000 tahun
-         Sebaiknya kita membawa kantung plastik sendiri saat berbelanja

HAL YANG KITA MUNGKIN BELUM PERNAH DENGAR :

-         Jumlah kantung plastik yang kita gunakan rata-rata setiap hari

Nah, saya mau coba hitung jumlah kantung plastik yang saya gunakan.
.
Kebutuhan plastik saya pada suatu hari di bulan puasa :

1.     Beli spidol Snowman .......................         1 kantung plastik kecil
2.     Beli pisang 1 sisir .............................         1 kantung plastik sedang
3.     Beli timun suri untuk buka puasa......        1 kantung plastik sedang
4.     Beli bawang merah ½ kg ..................         1 kantung plastik kecil
5.     Beli bawang putih ¼ kg ....................         1 kantung plastik kecil
6.     Beli wortel Rp. 2.000,- ......................        1 kantung plastik kecil
7.     Beli buncis Rp. 2.000,- ......................        1 kantung plastik kecil
8.     Belanjaan no. 4,5,6,dan 7 digabung ...       1 kantung plastik besar
9.     Belanja kurma, minyak goreng, Mizone dll di Indomart ....................... ..........................4 kantung plastik besar (karena berat, jadi didouble)
10.                        Beli gorengan untuk buka puasa .......        1 kantung plastik kecil
11.                        Beli kerupuk ikan ..............................        1 kantung plastik sedang
12.                        Untuk tempat sampah ……………… 1 kantung plastik besar


Jumlah seluruhnya 6 kantung plastik kecil, 3 kantung plastik sedang dan 6 kantung plastik besar.      

Hah ???!!! 15  lembar kantung  plastik dalam 1 hari ???!!! Banyak banget............................!!!!!!!!!! Hmmm…kayaknya mulai sekarang saya harus lebih “pelit” lagi nih pakai kantung plastik. Kalau tidak, berarti “sumbangan” saya terhadap pencemaran lingkungan parah juga……

Sekedar saran, untuk mbak-mbak dan mas-mas di bagian kasir toko, supermarket dan pedagang-pedagang di pasar, tolong berikan respon positif pada pelanggan2 setia anda, yang membawa kantung plastik sendiri atau menggunakan tas kantung kain dll.  Dan kalau tidak terlalu dibutuhkan, atau bukan atas permintaan pelanggan, kantung plastik jangan didouble.
Dan yang paling penting :
-         SIMPAN KANTUNG PLASTIK YANG MASIH LAYAK DIGUNAKAN
-         JANGAN LUPA MEMBAWA KANTUNG PLASTIK ATAU TAS KAIN SAAT ANDA BERBELANJA

Let’s do it together !



Sabtu, 17 Desember 2011

Fun Painting!


JADWAL SEKOLAH DAN LES SALMA SISWI KELAS 5 SD

Senin   :           6.30 - 12.00     belajar di sekolah
                        12.30 – 13.30  les pelajaran sekolah
                        16.00 – 18.00 les lukis
Selasa :           6.30 – 12.00    belajar di sekolah
                        12.30 – 13.30  les pelajaran sekolah
                        19.00 – 19.30  mengaji
Rabu    :           6.30 – 12.00    belajar di sekolah
                        13.00 – 15.00  les komputer di sekolah
                        17.00 – 18.00  les pelajaran sekolah
                        19.00 – 19.30 mengaji
Kamis  :           6.30 – 12.00    belajar di sekolah
                        13.00 – 15.00  pendalaman agama
Jumat   :           6.30 – 10.30    belajar di sekolah
                        11.00 – 12.00  les pelajaran sekolah
                        15.00 – 17.00 les renang
Sabtu               6.30 – 10.00    belajar di sekolah

Bagaimana dengan jadwal putra putri bapak dan ibu ? Tak jauh berbedakah ? Atau bahkan jauh lebih padat lagi ?
Ya, itulah yang terjadi di dunia pendidikan sekarang, terutama di kota-kota besar. Sekolah saja tidak cukup. Para siswa harus didukung dengan berbagai macam les.
Seringkali terbersit rasa bersalah atas kepadatan jadwal kegiatan yang harus mereka lakukan setiap hari. Tapi, rasa itu akan segera dibuang jauh-jauh, karena memang kadang-kadang anak-anak sendiri yang minta ikut les. Mereka merasa TAKUT kalah bersaing dengan teman-temannya kalau tidak mengikuti les. Suasana ini, ditambah pula dengan rasa “persaingan dan gengsi“ diantara orang tua (biasanya para ibu). Akhirnya......terciptalah hari-hari yang sangat SIBUK bagi anak-anak dan orang tua..
- Anak-anak SIBUK mengikuti pelajaran di sekolah dan tempat-tempat les (les bahasa Inggris, les pelajaran sekolah,lLes melukis, les menari, dll)
- Bapak-bapak SIBUK mencari uang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang jumlahnya jauh lebih besar dari zaman dulu saat les-les masih belum populer.
- Ibu-ibu SIBUK mengantar jemput anak-anaknya, dari rumah ke sekolah, disambung lagi dengan mengantar jemput ke tempat les. Kadang terdengar candaan para ibu saat mengantar jemput anak-anak mereka,“ Wah, kalau kita jadi ojeg, udah dapat duit banyak nih hari ini.“

INGIN mengadakan PERUBAHAN ?
Tampaknya itu hal yang tidak masuk akal, jika kita bergerak sendirian.

Nah, berangkat dari kondisi seperti ini, Success Fun English Class mencoba ”mengisi” sela-sela waktu mereka dengan kegiatan yang fun fun fun, dengan harapan mereka mendapat “energi“ baru setelah mengikuti kegiatan yang menyenangkan, dan siap belajar lagi“

Salah satu kegiatan yang diadakan Success Fun English Class pada tanggal 15 dan 16 Desember 2011 lalu :

MELUKIS DI ATAS KIPAS DAN T-SHIRT

Dengan biaya Rp. 15.000,- siswa dapat mengikuti acara melukis di atas kipas yang dibimbing oleh seorang guru lukis yang sengaja diundang ke tempat les. Agar tidak merepotkan orang tua, segala perlengkapan telah disediakan Mereka tidak perlu membawa apapun. Mereka hanya diminta untuk memakai pakaian sehari-hari, yang tidak menjadi masalah kalau terkena cat.
Pada awal pengumuman disampaikan, berbagai respon dilontarkan anak-anak. Sebagian besar siswa langsung bersorak gembira. Tapi, ada juga beberapa siswa yang tampak ketakutan dan berkata “Miss, saya ga bisa melukis.....“. Ada juga siswa yang langsung menangis dan berkata,“Aku ga mau lomba....aku ga pernah dapat piala.“
Kalau mau jujur, kita harus mengakui bahwa jiwa anak seperti ini adalah “hasil produk“ kita semua. Kita yang sangat bertanggung jawab atas rasa ketakutan mereka. Sadar atau tidak, banyak ibu-ibu atau guru-guru yang kadang-kadang mengikutsertakan anak / siswanya dalam satu kegiatan dan MENUNTUT prestasi besar dari mereka. Menuntut mereka mendapat piala, dll.

Menurut saya, hal itu sangat mempengaruhi kejiwaan mereka.
Saya pernah mengalami kesulitan dan sedikit rasa frustasi saat menghadapi seorang siswa SMP kelas 3 yang mengalami situasi “emosional“ mendalam. Saya tahu dia sangat marah dan berusaha keras agar air matanya tidak keluar saat menceritakan perkataan gurunya di depan kelas. Entah dengan maksud dan tujuan apa, sang guru berkata, bahwa para siswa tidak mendapat juara dalam banyak lomba yang mereka ikuti. Anak ini ingin menyampaikan bahwa bagaimana mereka dapat mengikuti lomba dengan baik, tanpa adanya bimbingan persiapan dari para guru ? Sementara, berdasarkan cerita para peserta lomba dari sekolah lain, dia tahu...siwa lain mendapat bimbingan intensif menjelang lomba (terutama siswa-siswa dari sekolah swasta). Tapi jawaban itu tidak ia keluarkan, karena ia sudah “dikondisikan“ untuk tidak menjawab saat guru berbicara.
Sejak kejadian itu, saya tahu, ada rasa “tidak nyaman“ dalam hatinya saat berangkat mengikuti lomba. Dia takut kecewa jika tidak menang, dan gurunya akan menegur lagi.

Berdasarkan kondisi seperti itu, Success Fun English Class tidak lagi mengadakan acara LOMBA. Semua acara diawali dengan kata “Have Fun Together”. Tanpa persaingan, tanpa ketakutan dimarahi mama / guru, dan tanpa beban HARUS SEMPURNA. Yang penting, HAVE FUN !
Tanpa diduga, dengan tema “Yang penting have fun”, ternyata banyak juga hasil karya anak-anak itu yang menurut saya sangat “special” bagus. Dan SEMUA anak, termasuk orang tua dan guru pembimbing, merasa sangat puas !
Berikut ini laporan gambar dari acara MELUKIS DI ATAS KIPAS DAN T-SHIRT

    

Staff pengajar SUCCESS Fun English Class bergotong royong mempersiapkan acara melukis bersama. Suasana dibuat nyaman dan fun, supaya anak-anak tidak tegang


 


 













Anak-anak sedang bersiap mengikuti acara melukis bersama di atas kipas. Mereka sudah berdatangan dan duduk rapi 30 menit sebelum acara dimulai

 




















Para siswa kelas 1 dan 2 sekolah dasar ini tertawa geli dan bingung, saat dibagikan kipas “sate“. Kipas seperti ini sudah jarang tampak di perkotaan. Kipas angin listrik lebih populer  digunakan, bahkan oleh tukang sate sekalipun.






 










 Seorang siswi taman kanak-kanak, Salwa, mulai melukis sendiri. Dia tak banyak bicara juga tidak minta kipas bagiannya ke guru pembimbing. Hasilnya….? Sebuah gambar mobil lengkap dengan roda dan kacanya…..di atas kertas koran, alas meja (sungguh kreatif !)


  













Surprise bagi kami semua. Di bawah bimbingan guru lukis yang dengan sabar membantu para siswa mengembangkan imajinasi anak-anak, dihasilkan karya-karya lukis yang sangat hidup. Mereka pun tampak puas dengan hasil karyanya.

  



Tak sabar hanya melihat anak-anak melukis, kedua asisten guru ini pun, ikut melukis....walau terpaksa harus mendapat giliran terakhir. Sebagian mendapat kesempatan melukis di atas t-shirt



Seorang guru SUCCESS, ternyata menyimpan bakat terpendam dan diam-diam ikut melukis bersama anak-anak. Hasilnya, hmmmm....bagus juga...

Munculnya ide melukis di atas kipas, adalah saat saya berkunjung ke sebuah sekolah luar biasa untuk anak-anak berkebutuhan khusus di daerah Limbangan Garut. Di sekolah itu, salah satu prakarya yang diajarkan adalah membuat kerajinan dari anyaman bambu, salah satunya kipas. Memang kebetulan daerah itu terkenal sebagai penghasil kerajinan anyaman. Pimpinan sekolah itu memiliki harapan, anak-anak berkebutuhan khusus dapat menghasilkan sesuatu yang berguna untuk kehidupannya kelak. Beberapa kali mereka mendapat pesanan keranjinan dalam jumlah banyak dari kota besar.


  





















Setelah mencoba menuangkan ide mereka di atas sebuah kipas, kedua siswa ini tampak puas memperlihatkan hasil karya mereka



Para guru berpose setelah semua siswa pulang membawa kipas-kipas hasil karya mereka. Lelah, namun bisa tersenyum lebar, karena semua siswa pulang dengan gembira. Sukses!!!

HARI KEDUA


       















Seluruh peserta lukis berjumlah sekitar 70 orang ( dari total 180 siswa les SUCCESS Fun English Class). Jumlah itu dibagi menjadi 4 sesi, berdasarkan kelompok lesnya.
 Hari kedua, giliran siswa kelas 4, 5 dan 6 SD. Juga beberapa siswa SMP





























Para siswa tampak serius mengerjakan karya mereka. TANPA beban harus mendapat piala. FUN FUN FUN
  






  



Hasil karya para siswa, setelah selama 1.5 jam “bersenang-senang“ dengan kuas di tangan, genangan cat yang BOLEH tumpah, KEBEBASAN memilih warna, KEBEBASAN menggerakkan kuas di atas kipas untuk membentuk gambar apapun, dan TANPA tekanan harus menang, karena memang ini bukan acara lomba, di bawah bimbingan guru-guru yang ingin memberikan suasana menyenangkan untuk mereka


Sampai jumpa lagi di acara menyenangkan yang lainnya ya….
Gunakan energi “menyenangkan” ini untuk menambah semangat kalian saat belajar.

P.S. Saya menerima saran dan ide dari rekan rekan tentang berbagai acara fun time yang sederhana untuk dilakukan bersama siswa siswa sekolah dasar