Sabtu, 14 Januari 2012

HAVE FUN SAMBIL BELAJAR MEMBATIK DI MUSEUM TEKSTIL



Pada masa liburan semester ganjil lalu, beberapa pengajar  dan siswa kelas 6 SD  SUCCESS Fun English Class  berkesempatan mengunjungi museum Tekstil yang beralamat di Jl. K.S.  TUBUN No. 2 – 4 Jakarta Barat 11420.
Judul  perjalanan saat itu, pokoknya kami inin have fun di museum tekstil.
Tepat pukul 7.30 pagi kami meninggalkan tempat les.  Rencana awal, kami ingin menggunakan  bus way supaya lebih aman. Tapi, ternyata akan lebih mudah jika kami menggunakan bis kecil kopaja yang akan mengantarkan kami langsung kedekat  lokasi  museum.
Kami pun menggunakan  kopaja 88 dari terminal Kalideres. Perjalanan terasa nyaman, walau sempat diselingi sedikit kepanikan. Bang supir beberapa kali tertidur ! Lalu lintas yang cukup padat, membuat bang supir tertidur beberapa kali saat  laju kendaraan berhenti total. Kami pun berpura-pura bercanda dengan suara agak diperkeras, supaya ia terbangun.    
Sampai ditempat, kami pun segera turun. Kami sempat merasa  heran saat itu.  Meskipun penumpang tak banyak, tapi beberapa orang tampak berdesakan dengan kami di pintu keluar. Ternyata, mereka kelompok pencopet. Alhamdulillah semua handphone  selamat, walau salah seorang pengajar sempat merasa kantung celananya diraba-raba pencopet itu.  Mereka gagal kali ini.
Masuk ke lokasi Museum Tekstil terasa sangat nyaman, meskipun bangunan ini berada di tengah kepadatan jalan raya dan pedagang kaki lima yang memadati tepi jalan.
BERIKUT INI FOTO-FOTO KAMI YANG HAVING  FUN SELAMA DI MUSEUM
Pepohonan tua dan rindang membuat suasana taman museum terasa sejuk

  



Bagian depan Museum tekstil
Para pengajar dan  siswa berpose sebentar. Semua merasa sangat gembira saat sampai di museum ini. Tapi, kami para guru sempat agak mati gaya sesaat. Saat tiba, seorang petugas kebersihan museum keluar dari dalam gedung. Alamaaaak….. seragamnya mirip dengan seragam baru kami. Coklat.  Saat papasan, kami hanya bisa tersenyum pasrah. Ya sudahlah…….. Sampai pulang, saya tidak melihat pegawai itu lagi. Kasihan…..jangan-jangan dia  terpaksa bersembunyi sampai kami pulang.



        


Di museum tekstil kami mengunjungi 3 lokasi terpisah. Yang pertama, GALERI BATIK,  yang kedua TAMAN PEWARNA ALAM, dan ketiga tempat PELATIHAN.





GALERI BATIK





Contoh karya seni batik di atas sebuah topeng.




batik  pagi sore 

Jenis batik  pagi sore. Yang dipamerkan dalam galeri batik. Kain ini dapat digunakan pada pagi hari (bagian yang berwarna terang dilipat di bagian luar, dan bagian yang gelap di dalam) ) dan pada sore hari digunakan sebaliknya.  Menurut pemandu museum, kain ini digunakan pada zaman ketika kain masih sangat jarang di zaman penjajahan Jepang.


 Salah satu lukisan 3 dimensi yang dipamerkan, menggambarkan kain batik dengan motif khusus untuk  Sultan dan para kerabatnya. Dikenal dengan batik Parang rusak


Sebuah penggabungan antara karya seni dan matematika. Motifnya berbentuk segitiga, diagonal dan bentuk-bentuk lain yang kita pelajari di pelajaran matematika


Kain batik dengan motif Sekar Jagat , yang berarti motif bermacam-macam bunga dari seluruh jagat.
Selain digunakan untuk pakaian, kain batik pun dapat dimanfaatkan sebagai  penghias ruangan.


Taman pewarna alam
Di bagian lahan ini, ditanam bermacam-macam tanaman yangdapat digunakan sebagai pewarna alami.  Beberapa diantaranya adalah :
1. Kayu seucang, jati Belanda untuk pewarna merah
2. Kayu jambal, pinang,  untuk pewarna coklat kehitaman
3. Nangka, temulawak untuk pewarna kuning.
4. Indigo untuk pewarna biru.
5. Jambu mede, Suji  untuk pewarna hijau.

6. Gelinggem untuk pewarna oranye.
7. Jati emas (bagian daunnya yang masih muda) untuk pewarna merah hati.

Tanaman pinang/jambe  yang menghasilkan warna coklat kehitaman



Tanaman lidah mertua, yang dapat menghasilkan serat kain


Di tengah kepadatan dan kebisingan kota Jakarta, masih ada  tempat yang sangat nyaman seperti ini



ACARA PUNCAK : BELAJAR MEMBATIK

Di museum tekstil  ini kita juga dapat belajar membatik. Paket harganya adalah Rp. 35.000,- / orang. Karena kami sudah pesan tempat lebih dahulu sehari sebelumnya, peralatan pun sudah  disiapkan oleh pengurus museum.
Setelah diberi sedikit pengarahan, anak-anak pun mulai membatik. Beberapa pembimbing membantu mereka
Karena cairan yang digunakan sangat panas, anak-anak diminta berhati-hati. Kulit yang terkena  tetesan cairan, harus segera dioleskan salep Bioplacenton supaya tidak luka






 Setiap siswa diberi kain putih yang telah diberi pola oleh pelatih membatik.  Motif yang diberikan berupa gambar kupu-kupu, bunga, pesawat terbang, dll.
Acara belajar membatik yang disediakan museum tekstil ini menjadi suatu pengalaman yang sangat bermanfaat bagi para siswa. Mereka tidak hanya mengenal  jenis-jenis batik budaya Indonesia, tapi juga sekaligus belajar cara membuat batik secara sederhana.
Hasil karya para siswa setelah berusaha keras mengikuti garis-garis pola dengan menggunakan cairan.


























Sebelum dicelup ke dalam cairan pewarna, kain putih yang sudah dihias diberi lapisan lilin di bagian pinggirnya agar tetap berwarna putih


















Tahap pewarnaan. Anak-anak sangat bersemangat pada tahap ini. Mereka dapat memilih warna yang mereka mau. Merah, biru, ungu ? Begitu pertanyaan bapak pelatih. Ada bak yang berisi pewarna merah, juga biru. Untuk ungu, kain akan dicelupkan ke dalam bak merah, kemudian biru









Kain yang telah dicelupkan ke dalam pewarna, direbus selama beberapa saat. Tahapan ini berfungsi untuk menghilangkan lapisan lilin yang menurtup kain





Setelah direbus sebentar, lapisan lilinpun hilang. Kain dimasukkan ke dalam air dingin, lalu diangkat
 




 



















Proses akhir, kain dibilas dalam air bersih. Air dalam ember tetap bening, menandakan pewarna tidak luntur. Lalu di jemur 



Saputangan batik dengan motif cantik karya para siswa



 Sepanjang perjalanan pulang, mereka terlihat sangat puas dengan pengalaman baru mereka. Belajar membatik di museum tekstil.

Sabtu, 07 Januari 2012

LKS dan MBAH GOOGLE

Setiap kali mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru  dari buku LKS, Ama siswa kelas 5 SD, tampak tak sabar. “Ma…..Berdasarkan Zona Ekonomi Eksklusif batas wilayah Indonesia berapa ?” tanyanya pada ibu saat mengerjakan PR PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) di buku LKS  dari bu guru.
 Ibu pun berpikir keras. “Wah berapa ya ? Coba kamu cari dulu di buku.” Saran ibu.
“Nggak ada, Ma………” teriak Ama.
Ibu pun menghampiri meja belajar Ama dan mencoba membaca materi di lembar LKS. Ibu tak percaya bahwa pertanyaan itu tidak ada penjelasannya . Yang ibu tahu, biasanya pertanyaan diberikan  sesuai dengan penjelasan di halaman sebelumnya.  Pada waktu dulu, awalnya kita diminta untk membaca seluruh materi, kemudan mengerjakan pertanyaan-pertanyaan di halaman berikutnya. Dengan begitu, anak-anak paham dan hapal dengan materi dalam bab itu. Tapi entah sekarang, apakah masih sama ?
Ibu benar-benar tidak ingat berapa batas wilayah Indonesia. Ia pun mencoba membaca halaman LKS PKn itu selembar demi  selembar :

Bab 1 NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
A. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menerangkanciri-ciri Negara kesatuan, Negara serikat, Negara republic dan kerajaan; masalah letak geografis.
B. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menerangkan masalah terciptanya suasana yang aman, lancar, tertib dan tenteram.; masalah pembangunan, pekerjaan, persaudaraan dan kehidupan bersama.
Ibu masih penasaran, lalu membuka halaman berikutnya.
SEPUTAR TOKOH, yang menerangkan tokoh dari kerajaan Majapahit dan tentang Sumpah Palapa
Terus, mana keterangan tentang batas wilayah ?
Ternyata Ama benar… keterangan tentang itu tak ada di bab 1 dalam LKS ini. Sementara, di halaman berikutnya, tertulis  sebuah pertanyaan  :
25. Berdasarkan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) batas wilayah Indonesia sejauh….mil :
a. 100 mil
b. 150 mil
c. 200 mil
d. 250 mil
 Kemana harus mencari jawabannya ? Itu bukan pertanyaan umum yang dapat dijawab semua orang.
Kejadian seperti itu, tidak hanya dialami Ama dan ibunya. Kebanyakan ibu-ibu mengalami kesulitan saat membantu anak-anaknya mengerjakan LKS. Seringkali, ibu Ama sampai harus menanyakan jawabannya melalui pesan singkat melalui telepon genggam kepada tantenya Ama. Akhirnya, jawaban didapat dari ensiklopedi tantenya. SUNGGUH MEREPOTKAN !
Bagaimana dengan sekarang ?
Tak perlu repot, kami para ibu, pengasuh anak, guru sekolah, guru les dan semua yang berhubungan dengan masalah pendidikan kini memiliki alat bantu khusus. Kami bisa mencari berbagai informasi melalui internet dengan menggunakan mesin pencari (search engine) Google atau Yahoo. Contohnya, jika kita mencari jawaban dari pertanyaan di atas :
1. Buka browser anda(Mozilla firefox, Internet explorer, dll)
2. Kunjungi situs :  www.google.com
3. Ketik : Batas Wilayah Negara Indonesia berdasarkan ZEE
4. Pilih judul tulisan yang berisi ZEE
5. Disana akan tertera : batas ZEE Indonesia sepanjang 200 mil

Sebagian orang, terutama anak-anak, memanggil fasilitas ini dengan sebutan Mbah Google. yang  tahu segalanya. Hampir semua pertanyaan, dapat dicari disana.
Thanks mbah Google…………….
Dan kami hanya bisa berharap, mudah-mudahan LKS bisa dibuat dengan lebih sempurna lagi, dilengkapi dengan materi yang akan ditanyakan di lembar ULANGAN HARIAN. Karena namanya ULANGAN, artinya pertanyaan yang diberikan HARUS SESUAI dengan materi yang telah diberikan sebelumnya, yang  bertujuan agar siswa dapat mengingat kembali materi itu.
Kecuali, memang LKS itu diciptakan hanya sebagai alat agar siswa dapat mengembangkan lebih jauh lagi materi-materi yang harus dipelajarinya, tidak boleh hanya terpaku pada materi yang mereka berikan. Entah yang mana, saya akan mempelajari lagi. Saran dari rekan-rekan sangat saya harapkan. Terima kasih.