Pada masa liburan semester ganjil lalu, beberapa pengajar
dan siswa kelas 6 SD
SUCCESS Fun English Class
berkesempatan mengunjungi museum Tekstil yang beralamat di Jl. K.S.
TUBUN No. 2 – 4 Jakarta Barat 11420.
Judul perjalanan saat itu, pokoknya kami inin have fun di museum tekstil.
Tepat pukul 7.30 pagi kami meninggalkan tempat les. Rencana awal, kami ingin menggunakan bus way supaya lebih aman. Tapi, ternyata akan lebih mudah jika kami menggunakan bis kecil kopaja yang akan mengantarkan kami langsung kedekat lokasi museum.
Kami pun menggunakan kopaja 88 dari terminal Kalideres. Perjalanan terasa nyaman, walau sempat diselingi sedikit kepanikan. Bang supir beberapa kali tertidur ! Lalu lintas yang cukup padat, membuat bang supir tertidur beberapa kali saat laju kendaraan berhenti total. Kami pun berpura-pura bercanda dengan suara agak diperkeras, supaya ia terbangun.
Sampai ditempat, kami pun segera turun. Kami sempat merasa heran saat itu. Meskipun penumpang tak banyak, tapi beberapa orang tampak berdesakan dengan kami di pintu keluar. Ternyata, mereka kelompok pencopet. Alhamdulillah semua handphone selamat, walau salah seorang pengajar sempat merasa kantung celananya diraba-raba pencopet itu. Mereka gagal kali ini.
Masuk ke lokasi Museum Tekstil terasa sangat nyaman, meskipun bangunan ini berada di tengah kepadatan jalan raya dan pedagang kaki lima yang memadati tepi jalan.
BERIKUT INI FOTO-FOTO KAMI YANG HAVING FUN SELAMA DI MUSEUM
 |
| Pepohonan tua dan rindang membuat suasana taman museum terasa sejuk |
 |
| Bagian depan Museum tekstil |
Para pengajar dan siswa berpose sebentar. Semua merasa sangat gembira saat sampai di museum ini. Tapi, kami para guru sempat agak mati gaya sesaat. Saat tiba, seorang petugas kebersihan museum keluar dari dalam gedung. Alamaaaak….. seragamnya mirip dengan seragam baru kami. Coklat. Saat papasan, kami hanya bisa tersenyum pasrah. Ya sudahlah…….. Sampai pulang, saya tidak melihat pegawai itu lagi. Kasihan…..jangan-jangan dia terpaksa bersembunyi sampai kami pulang.
Di museum tekstil kami mengunjungi 3 lokasi terpisah. Yang pertama, GALERI BATIK, yang kedua TAMAN PEWARNA ALAM, dan ketiga tempat PELATIHAN.
GALERI BATIK
 |
| Contoh karya seni batik di atas sebuah topeng. |
 |
| batik pagi sore | |
Jenis batik pagi sore. Yang dipamerkan dalam galeri batik. Kain ini dapat digunakan pada pagi hari (bagian yang berwarna terang dilipat di bagian luar, dan bagian yang gelap di dalam) ) dan pada sore hari digunakan sebaliknya. Menurut pemandu museum, kain ini digunakan pada zaman ketika kain masih sangat jarang di zaman penjajahan Jepang.
Salah satu lukisan 3 dimensi yang dipamerkan, menggambarkan kain batik dengan motif khusus untuk Sultan dan para kerabatnya. Dikenal dengan batik Parang rusak
Sebuah penggabungan antara karya seni dan matematika. Motifnya berbentuk segitiga, diagonal dan bentuk-bentuk lain yang kita pelajari di pelajaran matematika
Kain batik dengan motif Sekar Jagat , yang berarti motif bermacam-macam bunga dari seluruh jagat.
Selain digunakan untuk pakaian, kain batik pun dapat dimanfaatkan sebagai penghias ruangan.
Taman pewarna alam
Di bagian lahan ini, ditanam bermacam-macam tanaman yangdapat digunakan sebagai pewarna alami. Beberapa diantaranya adalah :
1. Kayu seucang, jati Belanda untuk pewarna merah
2. Kayu jambal, pinang, untuk pewarna coklat kehitaman
3. Nangka, temulawak untuk pewarna kuning.
4. Indigo untuk pewarna biru.
5. Jambu mede, Suji untuk pewarna hijau.
6. Gelinggem untuk pewarna oranye.
7. Jati emas (bagian daunnya yang masih muda) untuk pewarna merah hati.

Tanaman
pinang/jambe yang menghasilkan warna coklat kehitaman
Tanaman lidah mertua, yang dapat menghasilkan serat kain
 |
| Di tengah kepadatan dan kebisingan kota Jakarta, masih ada tempat yang sangat nyaman seperti ini |
ACARA PUNCAK : BELAJAR MEMBATIK
Di museum tekstil ini kita juga dapat belajar membatik. Paket harganya adalah Rp. 35.000,- / orang. Karena kami sudah pesan tempat lebih dahulu sehari sebelumnya, peralatan pun sudah disiapkan oleh pengurus museum.
Setelah diberi sedikit pengarahan, anak-anak pun mulai membatik. Beberapa pembimbing membantu mereka
Karena cairan yang digunakan sangat panas, anak-anak diminta berhati-hati. Kulit yang terkena tetesan cairan, harus segera dioleskan salep Bioplacenton supaya tidak luka
Setiap siswa diberi kain putih yang telah diberi pola oleh pelatih membatik. Motif yang diberikan berupa gambar kupu-kupu, bunga, pesawat terbang, dll.
Acara belajar membatik yang disediakan museum tekstil ini menjadi suatu pengalaman yang sangat bermanfaat bagi para siswa. Mereka tidak hanya mengenal jenis-jenis batik budaya Indonesia, tapi juga sekaligus belajar cara membuat batik secara sederhana.
Hasil karya para siswa setelah berusaha keras mengikuti garis-garis pola dengan menggunakan cairan.
Sebelum dicelup ke dalam cairan pewarna, kain putih yang sudah dihias diberi lapisan lilin di bagian pinggirnya agar tetap berwarna putih
Tahap pewarnaan. Anak-anak sangat bersemangat pada tahap ini. Mereka dapat memilih warna yang mereka mau. Merah, biru, ungu ? Begitu pertanyaan bapak pelatih. Ada bak yang berisi pewarna merah, juga biru. Untuk ungu, kain akan dicelupkan ke dalam bak merah, kemudian biru
 |
| Kain yang telah dicelupkan ke dalam pewarna, direbus selama beberapa saat. Tahapan ini berfungsi untuk menghilangkan lapisan lilin yang menurtup kain |
 |
| Setelah direbus sebentar, lapisan lilinpun hilang. Kain dimasukkan ke dalam air dingin, lalu diangkat |
Proses akhir, kain dibilas dalam air bersih. Air dalam ember tetap bening, menandakan pewarna tidak luntur. Lalu di jemur
 |
| Saputangan batik dengan motif cantik karya para siswa |
|
Sepanjang perjalanan pulang, mereka terlihat sangat puas dengan pengalaman baru mereka. Belajar membatik di museum tekstil.